Jumat, 21 Agustus 2015



Segitiga Sebangun
Video 1

Video 3

Senin, 03 Agustus 2015



Interactive White Board (Papan Tulis Interaktif) dengan WiiMote

Wii-Remote Controller, biasanya disingkat Wiimote. Ternyata Wiimote ini bisa dipakai untuk keperluan lain selain untuk bermain Wii yaitu bisa dipakai untuk membuat Papan Tulis Interaktif. Papan tulis ini bedanya dengan papan biasa yakni kita bisa berinteraksi dengannya layaknya touchscreen di handphone atau di laptop. 

Langkah-langkah pembuatan Papan Tulis Interaktif dengan WiiMote adalah :
Pertama-tama yang kita perlukan adalah Wiimotenya sendiri. Kita bisa membeli Wiimote ini tanpa harus membeli konsol Wii-nya. 

Setelah membeli Wiimote, langkah selanjutnya adalah menghubungkan desktop/laptop dengan wiimote ini. Untuk itu kita perlukan bluetooth. Jika laptop/PC tidak ada bluetoothnya, kita bisa menggunakan bluetooth eksternal (bluetooth dongle) 

Setelah ada wiimote dan bluetooth, yang kita perlukan selanjutnya adalah software penghubung wiimote dengan laptop/PC. Untuk keperluan itu kita bisa mendownload software yang namanya SmoothBoard

Benda terakhir yang kita perlukan bernama InfraRed Pen
Untuk menghemat biaya, kita bisa membuat pen infra merah Peralatan untuk buat pen ini terdiri dari LED infra merah, kabel, switch dan bekas spidol (untuk tempatnya)
Video untuk pembuatan pen ini bisa dilihat di sini


Adapun gambar rangkaian listrik InfraRed Pen -nya adalah sebagai berikut ;

Setelah semuanya tersedia, saatnya untuk menggabungkan segala benda-benda diatas itu. 
Jalankan program Smoothboard-nya. Jika muncul jendela error berarti Windows-nya belum terinstall Microsoft dotNet versi 3.5. Segera download lagi dotNet-nya, gratis dari websitenya Microsoft. 

Begitu program SmoothBoard dijalankan, secara otomatis akan mengkoneksikan diri dengan Wiimote yang ada. Tekan tombol 1 dan 2 pada Wiimote secara bersamaan. Jika benar memencetnya, maka ada 4 lampu biru akan menyala. Tunggu sebentar proses pengkoneksian ini. 

Setelah terkoneksi, langkah selanjutnya adalah mengkalibrasi bidang/papan yang ingin kita jadikan papan tulis interaktif ini. Bidang/papan ini bisa berupa meja, dinding ataupun bidang-bidang lainnya yang bisa di tulisi. Ada 4 buah titik yang perlu ditandai dengan menggunakan pena infra red. Setelah itu...Insya Alloh Papan Tulis Interaktif pun menjadi kenyataan.



Selasa, 28 Juli 2015



Banyak diantara para siswa menganggap bahwa matematika adalah suatu mata pelajaran yang menakutkan. Rasanya sulit sekali untuk memahami materi-materi pelajaran matematika. Dan tentunya banyak stigma-stigma negatif lainnya yang dilekatkan pada pelajaran matematika. Karena dibayang-bayangi oleh persepsi negatif tentang pelajaran matematika maka pelajaran matematika benar-benar menjadi sulit. 
Namun anggapan bahwa matematika adalah pelajaran sulit tidak sepenuhnya benar. Kita ambil dua contoh soal berkaitan dengan mata pelajaran matematika dan pelajaran lain:
Soal 1 
2 + 2 = ...
Soal 2 
Sebutkan bunyi pasal 28 UUD 1945!
Jika ditanyakan kepada kita, soal manakah yang lebih mudah, soal 1 atau soal 2? Kita yakin mayoritas (atau bahkan mungkin semuanya) akan mengatakan bahwa soal 1 lebih mudah daripada soal 2. Ini adalah sekedar bantahan bahwa belajar matematika belum tentu lebih sulit dibandingkan dengan mata pelajaran lain.
Bagi yang memiliki pemikiran bahwa  rasanya sulit sekali untuk memahami materi-materi pelajaran matematika mungkin dikarenakan kita tidak mengetahui bagaimana trik-trik atau langkah-langkah yang harus dilakukan agar bisa sukses dalam mempelajari matematika. Perlu kita ketahui bahwasanya mempelajari materi pelajaran matematika tentu berbeda dengan pelajaran yang lainnya. Matematika merupakan pelajaran yang di dalamnya kita harus melakukan proses penghitungan. Oleh karenanya belajar matematika tidak akan efektif apabila kita hanya fokus kepada membaca materi dan menghafalkan rumusnya saja, Ada beberapa tips yang perlu kita coba agar proses belajar matematika lebih efektif. Berikut adalah beberapa tips sukses belajar matematika yang telah dirangkum dari beragam sumber


Tips Sukses Belajar Matematika 
Perbanyaklah Latihan Soal
Cara pertama yang bisa dilakukan untuk lebih memahami materi pelajaran matematika adalah dengan memperbanyak latihan mengerjakan soal. Dengan berlatih soal, kita akan belajar mengenai bagaimana cara menerapkan rumus untuk memecahkan beragam persoalan. Dengan banyak berlatih soal, kita lebih terbiasa dalam mengerjakan soal sehingga bisa lebih mahir dalam menyelesaikan berbagai tipe soal. Yang perlu diperhatikan ketika berlatih soal adalah jangan terpaku pada satu bentuk soal saja. Cobalah untuk mempelajari cara menyelesaikan beragam tipe soal dengan materi soal sama. Dengan begitu kita tidak akan kesulitan dan kebingungan lagi apabila menemukan bentuk soal yang berbeda ketika ulangan ataupun ujian semester.

Belajar untuk Memahami, Bukan Sekadar Menghafal
Kebanyakan siswa-siswi memiliki anggapan yang salah ketika belajar matematika. Mereka lebih fokus untuk menghafalkan beragam rumus yang ada dibanding mengerjakan soal. Menghafal rumus memang penting karena jika kita tidak hafal rumus bagaimana bisa menyelesaikan soal yang berkaitan dengan rumus tersebut. Tetapi hal yang lebih penting sebenarnya adalah memahami bagaimana cara menggunakan rumus tersebut dalam menyelesaikan sebuah soal. Ketika kita sudah hafal dengan sebuah rumus, cobalah untuk berlatih cara menggunakan rumus tersebut untuk mengerjakan soal. Dengan begitu kita akan lebih paham dan tidak mudah lupa dengan rumus-rumus yang sudah kita hafalkan. Ingat, jangan hanya sekedar menghafal!!

Jangan Bergantung pada Kalkulator
Memang benar bahwasanya matematika adalah pelajaran berhitung. Akan tetapi jangan selalu membiasakan diri untuk menyelesaikan perhitungan matematika dengan menggunakan kalkulator karena kebiasaan menggunakan kalkulator justru bisa melemahkan kemampuan berhitung kita. Kalkulator membuat kita menjadi malas untuk melatih otak kita dalam menyelesaikan perhitungan matematika. Kalkulator boleh saja digunakan tetapi hanya untuk memeriksa apakah hasil perhitungan yang kita kerjakan sudah benar atau belum. Ketika menyelesaikan suatu perhitungan cobalah untuk menggunakan otak kita dulu, berlatih berhitung akan membuat otak kita terbiasa sehingga nantinya akan meningkatkan kecepatan berhitung yang kkita miliki. Pada intinya, jangan terlalu bergantung pada kalkulator, alat ini hanya akan membuat kita malas. Boleh saja menggunakan kalkulator tapi ingat, hanya untuk perhitungan yang benar-benar sulit saja. Selebihnya, manfaatkanlah otak yang sudah diberikan oleh Allah kepada kita. 

Jangan Malu Bertanya
Belajar matematika memang lebih baik apabila ada orang yang mendampingi, sehingga apabila kita menemukan kesulitan dalam memahami suatu materi kita bisa langsung bertanya kepada pendamping tersebut. Atau kita bisa juga belajar matematika secara berkelompok dengan teman-teman sekelas. Dengan belajar kelompok kita bisa saling membantu bilamana ada salah satu diantara kita kesulitan dalam memahami sebuah materi. Yang perlu diingat adalah jangan pernah merasa malu untuk bertanya ketika menemukan hal-hal yang kita anggap sulit karena kemampuan setiap orang itu berbeda-beda. Dengan bertanya tentu kita akan lebih mudah dalam menemukan solusi dari kesulitan yang kita temui, terutama kesulitan dalam pelajaran matematika.

Cintailah matematika
Ini adalah poin terpenting yang harus ditanamkan ketika belajar matematika. Ketika kita sudah merasa cinta denga sesuatu tentunya kita akan merasa senang ketika bertemu dengan hal tersebut. Oleh karenanya, jangan pernah menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit. Cobalah kenali terlebih dahulu materi-materi yang ada di dalamnya. Tumbuhkan rasa cinta kalian kepada pelajaran ini. Dengan begitu kalian tidak akan merasakan bosan ketika mempelajari pelajaran ini, justru kita akan merasa senang. Sehingga mulai sekarang coba kenali dan cintailah pelajaran matematika.

Itulah kiranya beberapa Tips Sukses Belajar Matematika yang bisa kita coba terapkan agar proses belajar kita menjadi lebih efektif. Ingat selalu bahwa matematika bukanlah pelajaran yang menakutkan. Kenali dan cintailah matematika. Jika memiliki keyakinan yang kuat kita pasti bisa menaklukannya

Rabu, 22 Juli 2015


Langkah-langkah melakukan Pendaftaran Ulang PNS (PUPNS)
1. Masuk di https://epupns.bkn.go.id/
    Maka akan muncul tampilan berikut :

























2. Klik tombol "Daftar"
    Maka akan muncul tampilan berikut :

























     Masukkan NIP, kemudian klik tombol "Cari", lengkapi data (jika ada data yang salah langusng            dibenarkan
3. Jika sudah benar, klik "Lanjut"
    Maka akan muncul tampilan berikut:
























     Lengkapi data, jangan lupa "kode captcha" harus diisi.
4.  Jika sudah klik "Registrasi"
     Jika registrasi benar, maka akan muncul tampilan berikut :
















5.  Selanjutnya klik "Cetak"
     Maka akan muncul tampilan berikut:

Simpan kode registrasi tersebut.






Selasa, 02 Juni 2015


Jarum pendek (jam)
Pergeseran dihitung dari angka 12, satu putaran waktu = 12 jam, sudut satu putaran = $360^0$
Maka pergeseran jarum pendek setiap jam =$\frac{360^0}{12}=30^0$

Jarum panjang (menit)
Pergeseran dihitung dari angka 12, satu putaran waktu = 60 menit, sudut satu putaran $360^0$
Maka pergeseran jarum panjang setiap menit =$\frac{360^0}{60}=6^0$


Untuk menghitung sudut antara jarum panjang dengan jarum pendek adalah menghitung selisih antara kedua sudut yang dibentuk oleh kedua jarum jam. 
Contoh 1:
Tentukan sudut terkecil yang terbentuk antara kedua jarum jam pada pukul $02.30$!
Untuk menjawab pertanyaan tersebut perhatikan uraian berikut
Jarum panjang = $2\frac{30}{60}$ x $30^0$ = $2$ x $30^0$ + $\frac{1}{2}$ x $30^0$ = $60^0$ + $15^0$ = $75^0$
Jarum pendek  = $30$ x $6^0$ = $180^0$
Selisih sudut antara kedua jarum jam tersebut adalah $180^0$ - $75^0$ = $105^0$
Jadi sudut terkecil yang terbentuk pada pukul $02.30$ adalah $105^0$


Contoh 2:
Tentukan sudut terkecil yang terbentuk antara kedua jarum jam pada pukul $07.04$!
Untuk menjawab pertanyaan tersebut perhatikan uraian berikut
Jarum panjang = $7\frac{4}{60}$ x $30^0$ = $7$ x $30^0$ + $\frac{1}{15}$ x $30^0$ = $210^0$ + $2^0$ = $212^0$
Jarum pendek  = $4$ x $6^0$ = $24^0$
Selisih sudut antara kedua jarum jam tersebut adalah $212^0$ - $24^0$ = $188^0$
Jadi sudut terkecil yang terbentuk pada pukul $07.04$ adalah $172^0$
(Catatan : karena sudut yang ditanyakan adalah sudut terkecil maka besar sudut harus di bawah $180^0$, jika lebih dari $180^0$ maka besarnya sudut yang dimaksud adalah $360^0$ - sudut hasil perhitungan)


Contoh 3:
Tentukan sudut terkecil yang terbentuk antara kedua jarum jam pada pukul $12.25$!
Untuk menjawab pertanyaan tersebut perhatikan uraian berikut
Cara 1
Jarum panjang = $12\frac{25}{60}$ x $30^0$ = $12$ x $30^0$ + $\frac{5}{12}$ x $30^0$ = $360^0$ + $12,5^0$ = $372,5^0$
Jarum pendek  = $25$ x $6^0$ = $150^0$
Selisih sudut antara kedua jarum jam tersebut adalah $372,5^0$ - $150^0$ = $222,5^0$
Jadi sudut terkecil yang terbentuk pada jam $12.25$ adalah $137,5^0$
Cara 2
Jarum panjang = $0\frac{25}{60}$ x $30^0$ = $0$ x $30^0$ + $\frac{5}{12}$ x $30^0$ = $0^0$ + $12,5^0$ = $12,5^0$
Jarum pendek  = $25$ x $6^0$ = $150^0$
Selisih sudut antara kedua jarum jam tersebut adalah $150^0$ - $12,5^0$ = $137,5^0$
Jadi sudut terkecil yang terbentuk pada pukul $12.25$ adalah $137,5^0$

Catatan :
  1. Jika selisih sudut antara kedua jarum jam lebih dari $180^0$  maka besar sudut terkecil yang terbentuk antara kedua jarum jam besarnya adalah $360^0$ - besar sudut hasil perhitungan
  2. Jika yang ditanyakan sudut antara jarum jam pada pukul 12.... maka angka jam pada pukul 12 adalah 0 (seperti contoh 3 cara 2)
******* | Blog ini di modifikasi oleh Wartam, seorang pendidik yang ada di daerah pinggiran Cilacap-Jateng | *******