Kamis, 12 Februari 2015

Jakarta, 09 Februari 2015—Pemerintah telah membentuk direktorat jenderal (ditjen) baru di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yaitu Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen Guru dan Tendik).
Pembentukan ditjen yang khusus menangani guru dan tenaga kependidikan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 14 tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lantas apa saja tugas dan fungsinya?
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, Ditjen Guru dan Tendik mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan guru dan pendidik lainnya, serta tenaga kependidikan.
"Tumpuan harapan untuk peningkatan kualitas pendidikan ada pada guru. Anak suka pada suatu mata pelajaran karena gurunya membuat anak itu cinta. Kuncinya ada di guru. Oleh karena itu, pemerintah secara khusus membuat direktorat jenderal guru," katanya di Kemendikbud, Jakarta, Jumat (6/2/2015).
Menteri Anies mengatakan, adapun fungsi Ditjen Guru dan Tendik adalah merumuskan kebijakan di bidang pembinaan guru dan pendidik lainnya, serta tenaga kependidikan.
Adapun fungsi lainnya adalah melaksanakan kebijakan di bidang penyusunan rencana kebutuhan dan pengendalian formasi, pengembangan karir, peningkatan kualifikasi dan kompetensi, pemindahan, dan peningkatan kesejahteraan guru dan pendidik lainnya.
Mendikbud mengatakan, fungsi berikutnya adalah melaksanakan kebijakan di bidang penyusunan rencana kebutuhan, peningkatan kualifikasi dan kompetensi, pemindahan. lintas daerah provinsi, dan peningkatan kesejahteraan tenaga kependidikan.
"Ditjen ini juga berfungsi menyusun norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pembinaan guru dan pendidik lainnya, serta tenaga kependidikan," katanya.
Fungsi lainnya adalah memberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pembinaan guru dan pendidik lainnya, serta tenaga kependidikan.
Fungsi berikutnya, melaksanakan evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan guru dan pendidik lainnya, serta tenaga kependidikan, pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, dan pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh menteri.(***)

Sabtu, 20 September 2014

Soal
Perhatikan gambar berikut!









Diketahui trapesium ABCD adalah trapesium sama kaki dan diketahui panjang AB = 24 cm dan panjang CD = 12 cm. Jika titik E tepat  di tengah-tengah AC dan titik F tepat  di tengah-tengah BD, hitunglah panjang EF! 

Penyelesaian 
Untuk menyelesaikan soal tersebut perhatikan gambar berikut:










Dari gambar tersebut tampak bahwa panjang EF = EG - FG
Untuk menghitung panjang EG perhatikan gambar berikut:









Dari gambar di atas tampak bahwa $\Delta$ ABC $\sim$  $\Delta$ EGC dan AC = 2 $\times$ EC karena E adalah titik tengah AC. Akibatnya $\frac{EG}{AB}=\frac{EC}{AC}$ atau $\frac{EG}{AB}=\frac{GC}{BC}$ dan  $\frac{EC}{AC}=\frac{1}{2}$
Sehingga untuk menghitung panjang EG kita menggunakan rumus :
$\frac{EG}{AB}=\frac{EC}{AC}$
$\frac{EG}{24}=\frac{1}{2}$
EG = 12
Sedangkan untuk menghitung panjang FG perhatikan gambar berikut!










Dari gambar di atas tampak bahwa $\Delta$ BDC $\sim$  $\Delta$ BFG dan BD = 2 $\times$ FB karena F adalah titik tengah BD. Akibatnya $\frac{FG}{CD}=\frac{FB}{BD}$ atau $\frac{FG}{CD}=\frac{BG}{BC}$ dan  $\frac{FB}{BD}=\frac{1}{2}$
Sehingga untuk menghitung panjang FG kita menggunakan rumus :
$\frac{FG}{CD}=\frac{FB}{BD}$
$\frac{FG}{12}=\frac{1}{2}$
FG = 6
Sehingga :
EF = EG - FG
      = 12 - 6
      = 6
Jadi panjang EF adalah 6 cm

Selasa, 05 Agustus 2014

بسم الله الر حمن الر حيم

Alhamdulillah, penulis berhasil mengoleksi beberapa buku Kurikulum 2013 yang di download dari beberapa sumber, khususnya dari kemendikbud. Berikut ini beberapa buku yang berhasil penulis download. Semoga ada manfaatnya.

Tingkat SD
Kelas 1
1_Agama_Islam_Buku_Guru klik disini
1_Agama_Islam_Buku_Siswa klik disini
1_Tematik_Tema 1_Buku_Guru klik disini
1_Tematik_Tema 1_Buku_Siswa klik disini
1_Tematik_Tema 2_Buku_Guru klik disini
1_Tematik_Tema 2_Buku_Siswa klik disini
1_Tematik_Tema 3_Buku_Guru klik disini
1_Tematik_Tema 3_Buku_Siswa  klik disini
1_Tematik_Tema 4_Buku_Guru klik disini
1_Tematik_Tema 4_Buku_Siswa klik disini
Kelas 2
Kelas 4
Kelas 5

Tingkat SMP
Kelas 7
Buku Guru
  1. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti klik disini
  2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan klik disini
  3. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan klik disini
  4. Matematika klik disini
  5. Ilmu Pengetahuan Alam klik 
  6. Ilmu Pengetahuan Sosial klik disini
  7. Bahasa Inggris, When English Rings a Bell klik disini
  8. Seni Budaya klik disini
  9. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan klik disini
  10. Prakarya klik disini
Buku Siswa
  1. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti klik disini
  2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan klik disini
  3. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan klik disini
  4. Matematika klik disini
  5. Ilmu Pengetahuan Alam klik disini
  6. Ilmu Pengetahuan Sosial klik disini
  7. Bahasa Inggris, When English Rings a Bell klik disini
  8. Seni Budaya klik disini
  9. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan klik disini
  10. Prakarya klik disini
Kelas 8
Buku Guru
  1. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti klik disini
  2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan klik disini
  3. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan klik disini
  4. Matematika klik disini
  5. Ilmu Pengetahuan Alam klik 
  6. Ilmu Pengetahuan Sosial klik disini
  7. Bahasa Inggris, When English Rings a Bell klik disini
  8. Seni Budaya klik disini
  9. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan klik disini
  10. Prakarya klik disini
Buku Siswa
  1. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti klik disini
  2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan klik disini
  3. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan klik disini
  4. Matematika klik disini
  5. Ilmu Pengetahuan Alam klik disini
  6. Ilmu Pengetahuan Sosial klik disin
  7. Bahasa Inggris, When English Rings a Bell klik disini
  8. Seni Budaya klik disini
  9. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan klik disini
  10. Prakarya klik disini

Rabu, 02 Juli 2014



CARA MEMBUAT MAIL MERGE PADA MS WORD DENGAN DATA DARI EXCEL


1        Buat file excel yang akan digunakan sebagai sumber data
2        Buka MS. Word
3        Setelah file yang akan dipakai disiapkan, pada MS Word pilih menu Mailings








4        Pilih menu Select Recipients | Use Existing List…, dan ambil file Excel yang telah dibuat 










5        Pada dialog Select Table, pilih Sheet1$ dan klik OK. Kita pilih Sheet1 jika kebetulan data yang kita masukkan berada di sheet pertama











6        Perhatikan bahwa beberapa menu mail merge yang sebelumnya tidak aktif sekarang menjadi aktif. Pilih menu Insert Merge Field | Nama.














Field Nama akan dimasukkan ke dokumen dengan format <<Nama>>







Lakukan hal yang sama untuk field–field yang lain.
7        Sekarang kita akan coba lihat dokumen yang digabungkan dengan data tersebut. Klik tombol Preview Results.


















8        Terlihat dokumen sudah tergabung, coba lakukan navigasi data dengan mengklik panah kanan / kiri di group Preview Results














Sekarang dokumen sudah siap dicetak atau dikirimkan. Untuk mencetak dokumen, klik menu Finish & Merge | Print Documents… dan ikuti langkah print seperti yang biasa dilakukan

Senin, 24 Maret 2014

Jakarta (Dikdas): Perusahaan percetakan atau penerbitan yang nanti terpilih sebagai penyedia buku Kurikulum 2013 diharapkan proaktif mendistribusikan buku ke sekolah-sekolah sesuai cakupan paket yang diambilnya. Sebab hal demikian menjadi tanggung jawabnya yang mengikat ketika menyatakan diri mengikuti lelang dan menjadi pemenang tender.
“Harga buku di e-Katalog sudah termasuk biaya distribusi ke sekolah,” ujar Yudistira, Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kamis, 20 Maret 2014.
Jika penyedia pasif dengan hanya menunggu pesanan sekolah lewat e-Katalog, dikhawatirkan proses distribusi buku ke sekolah mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditetapkan. Penyedia dapat mendatangi sekolah-sekolah yang menjadi tanggung jawabnya, mendata jumlah buku siswa dan guru, dan mendistribusikann buku dalam waktu yang sudah ditentukan secara cepat dan efektif. Mereka bisa membuka kantor-kantor perwakilan di suatu daerah untuk memudahkan proses distribusi.
Ia pun berharap sekolah membeli buku sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan, yaitu melalui e-Katalog. Pembelian kepada instansi di luar penyedia yang telah ditetapkan hanya akan menyulitkan sekolah. Sebab disamping harganya bisa lebih mahal, isinya pun tak terjamin.
“Nanti juga akan diatur dalam panduan atau peraturan yang mewajibkan sekolah membeli buku kepada perusahaan-perusahaan yang sudah terseleksi melalui kontrak payung untuk menghindarkan ketidaksesuaian buku dengan buku yang kita maksud, baik itu substansinya maupun spesifikasinya,” urai Yudi
Sumber : http://dikdas.kemdikbud.go.id/
******* | Blog ini di modifikasi oleh Wartam, seorang pendidik yang ada di daerah pinggiran Cilacap-Jateng | *******